Pekalongan, 19–20 November 2025 — Ikatan Fungsional Pengelola Pengadaan Indonesia (IFPI) DPW Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Peringatan Hari Jadi ke-9 di Hotel Santika Pekalongan. Acara dihadiri Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan SDM LKPP RI, Direktur Pengembangan Profesi dan Kelembagaan LKPP RI, Kepala Bagian PBJ Kota Pekalongan, Ketua Umum DPN IFPI, serta peserta Fungsional PBJ dan pelaku pengadaan se-Jawa Tengah dan beberapa dari luar provinsi.
Kegiatan tahun ini mengusung tema “IFPI Jawa Tengah Bergerak Maju dengan Integritas, Profesionalisme, dan Kolaborasi.” Dalam laporannya, Ketua Panitia, Destra, menjelaskan bahwa agenda ini menjadi wahana peningkatan kapasitas dan sinergi pelaku pengadaan. Seminar diikuti sekitar 156 peserta, Rapat Kerja IFPI diikuti 99 peserta dari perwakilan UKPBJ se-Jawa Tengah, sementara 92 peserta mengikuti Bimbingan Teknis terkait optimalisasi e-purchasing. Kegiatan juga disertai pameran produk e-katalog dari mitra usaha sebagai dukungan terhadap transformasi digital pengadaan pemerintah.
Acara dibuka oleh Deputi Suharti, yang mengapresiasi kiprah IFPI dalam memperluas advokasi kelembagaan dan pembinaan SDM PBJ di daerah. Wali Kota Pekalongan melalui Kabag PBJ, Dedy Setiawan, menyampaikan rasa bangga karena Pekalongan menjadi penyelenggara kegiatan strategis ini. Dalam seminar, Dwi Wahyuni Kartianingsih menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan karakter mansoskul Fungsional PBJ, serta menyampaikan perkembangan pembinaan seperti rencana penambahan jenjang Utama dan manajemen talenta JFPBJ.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dan menggarisbawahi sejumlah isu strategis profesi, antara lain perlunya penguatan kolaborasi antar-kelembagaan untuk menangani cross cutting issue, usulan peningkatan pengakuan JFPBJ sebagai profesi khusus, serta peluang UKPBJ menjadi perangkat daerah sesuai kebutuhan wilayah. Peserta juga menyampaikan aspirasi mengenai kemungkinan JFPBJ berada langsung di bawah pembinaan LKPP sebagai upaya memperkuat independensi dan mengurangi potensi intervensi dalam pelaksanaan tugas. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan advokasi IFPI dalam dialog berkelanjutan dengan pemerintah pusat.
Pada hari kedua, Bimbingan Teknis menghadirkan Sukartono (Procurement Specialist DPD IAPI Jateng) dan Hilda Isfanovi (Pembina Jasa Konstruksi Madya Direktorat Pengadaan Jasa Konstruksi, Kemen PUPR) yang memaparkan penerapan e-katalog versi 6 dan e-purchasing mini-kompetisi pekerjaan konstruksi, termasuk pengendalian risiko melalui fitur e-Audit, proses evaluasi, hingga simulasi penggunaan platform. Materi ini dinilai sangat relevan dengan meningkatnya peran e-purchasing dalam mendorong percepatan belanja pemerintah daerah.
Melalui Rakerwil ini, IFPI Jawa Tengah meneguhkan komitmen untuk memperkuat kompetensi, jejaring, dan peran advokasi demi penguatan kelembagaan serta profesionalisme Fungsional PBJ. IFPI Jawa Tengah bertekad terus menjadi garda depan reformasi pengadaan, mewujudkan tata kelola PBJ yang transparan, efisien, dan berorientasi value for money bagi pembangunan daerah dan nasional.
BAGIKAN