SURAT TERBUKA PEJABAT FUNGSIONAL PENGELOLA PENGADAAN BARANG/JASA
SURAT TERBUKA

By Ifpi 11 Mar 2020, 10:08:14 WIB Komunitas
SURAT TERBUKA PEJABAT FUNGSIONAL PENGELOLA PENGADAAN BARANG/JASA

Keterangan Gambar : Satu Ikatan-Satu Tujuan


SURAT TERBUKA PEJABAT FUNGSIONAL PENGELOLA PENGADAAN BARANG/JASA

Berdasarkan hasil diskusi para pemangku Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (JF-PPBJ) yang terhimpun dalam organisasi profesi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (PPBJ), organisasi profesi dalam bentuk Ikatan Fungsional pengadaan Indonesia (IFPI) memberikan beberapa masukan sebagai berikut:

  1. Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (JF-PPBJ) memiliki fungsi strategis dalam pengelolaan keuangan negara, kedudukannya seperti “Pasukan Khusus”.
  2. Pasukan khusus yang terdiri dari para JF-PPBJ dalam menjalankan perannya mampu mencegah terjadinya praktik-praktik koruptif dalam pengelolaan keuangan negara.
  3. Dengan adanya JF-PPBJ pengelolaan pengadaan barang/jasa akan terlaksana sesuai dengan kebutuhan K/L/OPD. Direncanakan oleh ahlinya, dikendalikan oleh ahlinya, ditetapkan oleh ahlinya. Ahli yang telah memiliki mandat secara permanen, berkelanjutan, dan memiliki kepastian jenjang karir.
  4. JF-PPBJ kedudukannya harus dikuatkan untuk menghadapi beberapa intervensi kepentingan-kepentingan politik baik itu politik uang, politik jabatan, dan jenis politik lainnya.
  5. Kedudukan yang lebih logis untuk diberikan kepada JF-PPBJ, di antaranya didukung dengan menaikkan kelas jabatan untuk masing-masing kelas jabatan dengan posisi kelas jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan risikonya. Jenjang dan kelas jabatan yang setara dengan risikonya sebagai berikut:
  1. Jenjang Pertama Kelas Jabatan 10
  2. Jenjang Muda Kelas jabatan 12
  3. Jenjang Madya Kelas Jabatan 14
  4. Jenjang Utama Kelas Jabatan 16
  1. Dalam menjalankan tusinya JF-PPBJ perlu mendapatkan honorarium apabila telah melebihi batasan tugas minimal yang harus dikerjakan. Untuk menetapkan batasan minimal perlu dilakukan analisis beban kerja.
  2. Diperlukan penetapan beban kerja minimal bagi JF-PPBJ.
  3. K/L/OPD yang hingga saat ini belum memiliki JF-PPBJ perlu mendapatkan penilaian bahwa dalam pengelolaan pengadaan barang/jasa di lingkungan kerjanya belum memiliki standar pengelolaan yang pasti dan permanen, serta terindikasi mudah untuk terjadi penyelewengan.
  4. Penerapan aturan bahwa PBJ harus dilakukan oleh JF-PPBJ, apabila tidak maka harus ada konsekwensinya.
  5. Tunjangan JF-PPBJ seharusnya ditinjau ulang agar ASN yang belum berminat menjadi JF-PPBJ berkenan/bersemangat untuk proses impassing menjadi JF-PPBJ.
  6. Insentif pada prinsipnya sudah diamanatkan pada Per-LKPP 15/2018, insentif sebenarnya merupakan Tunjangan Risiko karena JF-PPBJ merupakan satu dari sedikit JFT yang memiliki risiko hukum pidana langsung atas kelalaiannya. Tunjangan risiko dapat dilebur ke dalam Tukin atau dipisah
  7. Insentif untuk tunjangan risiko dapat ditambahkan dari penghematan pengadaan yang dilakukan sebagai penghargaan. Butir-butir kegiatan untuk penilaian angka kredit yang bukti fisiknya berupa laporan agar disederhanakan, karena untuk membuat laporan yang tidak ada format bakunya memerlukan waktu yang kadang sudah habis untuk menangani permasalahan pengadaan barang/jasa.
  8. Nilai angka kredit dari butir-butir kegiatan yang bukti fisiknya sudah jelas dibuat (misal BA Aanwijzing, rancangan kontrak, BA Negosiasi dll) agar ditambah nilai poinnya untuk menambah semangat JFT- PPBJ dalam menyusun DUPAK.
  9. UKPBJ menjadi Satker Fungsional seperti perguruan tinggi/sekolah, dimana semua personilnya adalah JF-PPBJ termasuk Kasubag adalah JF-PPBJ yang diberikan tugas tambahan menangani tugas tertentu. Dengan demikian posisi JF-PPBJ semakin kuat dan tidak tergiur dengan jabatan/kedudukan di luar keahliannya sebagai JF-PPBJ.
  10. JF-PBJ harus terdaftar dan diregister secara nasional dengan masa berlaku registrasi 5 (lima) tahun dengan syarat dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Demikian hasil diskusi JF-PPBJ yang telah kami himpun. Atas perhatiannya disampaikan ucapan terima kasih.

 

Jakarta, 10 Maret 2020




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment