NGOPI tentang KOKO
oleh Joko Pitono

By admin 24 Agu 2019, 21:41:44 WIB publikasi
NGOPI tentang KOKO

Keterangan Gambar : Kopi dan indonesia


Tersingkir. Kata yang banyak dilontarkan oleh pelontar kilat, sebelum sempat ngolah pikir (NGOPI).
Katanya tersingkir? Kok, justru KOKO semakin memusat bukan minggir.
Direndahkan karena dianggap masih ada yang lebih layak dan mampu "kata PLT". Ternyata benar, KOKO benar2 tdk layak (dipinggir) maka tersingkir tetapi akhirnya menjadi jalan Koko menuju pusat.
AdaNGOPI tentang KOKO

Tersingkir. Kata yang banyak dilontarkan oleh pelontar kilat, sebelum sempat ngolah pikir (NGOPI).
Katanya tersingkir? Kok, justru KOKO semakin memusat bukan minggir.
Direndahkan karena dianggap masih ada yang lebih layak dan mampu "kata PLT". Ternyata benar, KOKO benar2 tdk layak (dipinggir) maka tersingkir tetapi akhirnya menjadi jalan Koko menuju pusat.
Ada yang paling berjasa terhadap kesuksesan KOKO menuju pusat (memusat), mendapatkan kesempatan yang diluar harapan. Siapakah yang paling berjasa?.
Walaupun sang PLT dihujat oleh sebagian orang, harusnya Koko berterima kasih kepada beliau.
Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Koko, bagi siapapun, dari kalangan apapun, dihadang oleh apapun, tetap mendapatkan tempat yang sesuai dengan amal dan perbuatannya, amal dan perbuatan para pendahulunya (Gurunya, Ortunya, dlsb).
Terus berjuang mewujudkan mimpi-mimpi dengan Me-NGO-lah PI-kiran (NGOPI).

Merdeka, 17 Agustus 2019

joKOPI




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Terkait

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Tag Berita

Jejak Pendapat

Apakah tampilan website ini menarik ?
  Sangat bagus
  Bagus
  Cukup
  Buruk

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video