Ekosistem Pengadaan Barang/Jasa
-

By Ifpi 18 Feb 2020, 14:40:50 WIB publikasi
Ekosistem Pengadaan Barang/Jasa

Keterangan Gambar : Menulis itu membutuhkan keberanian.


Ekosistem Pengadaan Barang/Jasa


Pembahasan intergritas dalam ekosistim pengadaan, tidak melibatkan LKPP sebagai regulator dunia pengadaan, full di selenggarakan oleh KPK. Mungkinkah kedepannya LKPP hanya bertindak sebagai regulator saja? Tidak menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan pada penyelewengan regulasi pengadaan? Itulah pertanyaan yang muncul.

Logika awam, objektivitasnya, sebagai regulator harusnya juga berfungsi dalam pengawasan, sebab regulasi  harus di uji sejauh mana bisa berlaku efektif. Logika yang terus bergulir, faktanya, hingga saat ini LKPP belum memiliki fungsi selain regulator.

Bicara idealnya, Regulator juga harusnya memiliki fungsi pengawasan, apakah ada  penyelewengan terhadap regulasi tersebut. Penindakannya di serahkan pada Lembaga yang berwenang melakukan penindakan. Logikanya.

Berpikir tentang posisi regulator yang memiliki fungsi pencegahan terjadinya pelanggaran, fungsi pemeliharaan, fungsi penyembuhan dan atau pengentasan. 

Regulasi yang belum dipikirkan secara tuntas dan terkesan terburu-buru untuk lahir. Kejar tayang, untuk pentas, tidak berfungsi efektif dalam suatu ekosistem. Mungkin pendapat ini belum bisa diterima tetapi suatu saat tidak akan ada pilihan lain selain harus menerapkan pendapat ini (optimis). Obyektifitas dan optimisme selalu memiliki ruang dan waktu yang khusus.

Diskusi dengan pelaku pengadaan barang dan jasa, dari Ngopi (Ngolah Pikir), sebagai pelaku pengadaan dalam dunia pengadaan khususnya, biasanya naluri pelaku mengikuti alur, memanfaatkan kesempatan, dan mengeksekusi dengan benar, "Eksekusi dengan Benar" ini menjadi Kunci dalam  bertindak di dunia pengadaan seperti, walau kenyataannya, kondisinya tidak demikian, jadi kembali lagi, Ngopi jangan banyak Gula, Kerjo sing bener disek, perkoro hasil masti akan mengikuti, begitukah? Ya memang begitu, bertindak kok kira-kira.
Semua pihak (pelaku pengadaan) harus benar-benar berpikir,  jangan terlena dengan manisnya harapan apalagi manisnya janji (PHP). Yang berpikir obyektif tentang ekosistem pengadaan barang dan jasa akhirnya menjadi bagian dari konspirasi alam semesta. Akhirnya "Ekosistem" pengadaan pengadaan barang/jasa menjadikan penghuni alam semesta pada posisi mendapatkan manfaatnya.
(Sekum IFPI)




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment